Pantai Lubang Buaya Ambon, pantai yang masih "perawan"

Monday, November 2, 2015

Pesawat mendarat di Bandara Pattimura Ambon setengah jam lebih awal dari schedule dan rencananya saya akan mengajak 2 teman trip kali ini untuk naik transportasi umum untuk mencapai pusat kota, bergaya ala backpackeran, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk mengambil pilihan no 1 karena kami tidak tahu berapa lama kami harus menunggu jika mengambil pilihan no 2 dan dari segi biaya pun tidak selisih banyak dan informasi pada poin no 3 baru kami dapatkan dari Bapak supir yang membawa kami dari airport ke hotel.
kota ambon

Perjalanan darat lebih jauh karena kita harus berjalan memutari teluk Ambon, harapannya setelah jembatan Merah Putih selesai akan mempersingkat jarak pusat kota dengan airport.
ambon kota

Setelah early check in kami direkomendasikan untuk mencoba sarapan di Chili Padi tetapi sayang belum buka jadi akhirnya kami mencoba makanan di Walang Sibu-Sibu, entah karena kepagian nasi pulut yang ingin saya coba malah belum ada jadi terpaksa puas dengan nasi goreng. Kembali ke hotel kami memutuskan untuk beristirahat saja sambil menunggu teman dari Manado yang akan landing siang ini.
wisata kuliner di walang sibu sibu

Hari ini kita akan ke pantai Lubang Buaya di daerah Morella, penasaran dengan warna lautnya yang hijau tosca dan menurut info pesona bawah lautnya juga keren. Jarak airport ke pantai ini kurang lebih 1.5 jam, dalam perjalanan kami melewati beberapa desa yang warna rumahnya sangat colourful yang berbentuk unik/masih tradisional.  Kami juga melewati 2 desa yang masih bersitegang dan masih di jaga oleh tentara tetapi cukup aman untuk kita lewati.
Trekking menuju pantai lubang buaya

Pantai ini agak tersembunyi, kita tidak akan pernah tahu kalau dibawah sana ada pantai yang bagus untuk didatangi, hanya ada papan petunjuk dengan tulisan pantai lubang buaya di pinggir jalan tepat dimana mobil kami berhenti, jadi tanpa orang yang sudah tahu lokasi tepat pantai ini, mungkin kita tidak akan menemukannya. Dari jalan raya, kita jalan menyusuri jalan setapak sekitar 8 menit dan kita akan segera menemukan pantai dengan warna lautnya yang hijau tosca, di sebelah kiri ada anak sungai kecil yang mengalir langsung ke laut.

Untuk menuju area pantai yang agak landai dan berpasir  yang juga merupakan lokasi snorkling, kita harus berjalan memutari lereng bukit dan juga melakukan misi menyebrang laut sekitar 1.5m dengan kedalaman laut sekitar 50-100m diatas sebuah kayu kecil yang telah diletakkan melintang atau bisa juga menggunakan kano kecil warga yang membiakkan ikan hias di area ini dengan membayar seikhlasnya.
karang pantai lubang buaya

Dari tepi laut saja kita sudah bisa melihat karang raksasa yang tumbuh sampai ke atas permukaan laut yang berawarna biru gelap (mendandakan laut yang dalam kan?), karang tersebut tampak seperti batu kokoh di tengah laut, awalnya aku juga mengira itu batu dan karena kedalamannya pula aku tidak berani untuk turun dan mengambil video bawah lautnya. Menurut si Bapak kano, tempat ini  sudah cukup terkenal bagi para divers, mereka menyukai tempat ini karena palungnya dan juga ada beberapa lubang gua di dalam laut.
belum ada fasilitas di pantai lubang buaya

Sementara di area snorklingnya, kedalaman lautnya masih bersahabat buat snorkling dan  tapi itupun cuma sekitar 3-8 meter dari tepi pantai dan setelah itu langsung palung laut dan karena semua peserta pemula di 'bidang snorkling" jadi mainnya di tepi tepi saja yang penting eksis di dalam bawah air.  Karangnya lumayan bagus, cukup berwarna dan bervariasi dan  satu hal yang paling aku suka adalah air lautnya tidak begitu lengket di badan.
Icon seperti buaya di pantai lubang buaya
Pantai Lubang Buaya
Sunset pantai lubang buaya
Sunset pantai lubang buaya

Tidak ada penyewaan alat snorkel di tempat ini jadi jika berniat untuk snorkling sebaiknya dibawa dari kota Ambon /kota asal. Setelah menikmati indahnya sunset di pantai ini, kami kembali ke Ambon, makan malam dan beristirahat untuk perjalanan panjang besok hari ke Ora Beach.
wisata kuliner ambon

wisata kuliner ambon

Baca juga : Part2 : Pantai Ora

Tips & Info :
Untuk  menuju pusat kota Ambon bisa ditempuh dengan 3 cara :
  1. Sewa mobil dari airport dengan biaya sekitar 200-300rb/mobil, tergantung nego. Pilihan yang paling gampang dan praktis tapi kalau travel sendiri costnya jadi tinggi (kurang lebih 1 jam)
  2. Naik damri, biayanya 35rb tapi schedulenya kurang jelas. Jadi sebelum damri penuh mereka akan menunggu sampai dengan penerbangan yang cukup berdekatan landing semua (perjalananan kurang lebih 1 jam)
  3. Naik angkot merah dari bandara yang ada diluar gerbang bandara, minta turun di kampung jawa (pelabuhan speed), dari sini naik speed kira-kira 10-15 menit (biaya sekiar 5-10ribu), turun di pasar Mahardika dan dari pasar ini bisa naik angkot atau ojek ke pusat kota.







November 02, 2015
natalenaputri
Backpacker Traveller Updated at: November 02, 2015

15 comments:

  1. seruu bangett bisa main ke pantai yg masih sepi kayak gitu yaa :3

    ReplyDelete
  2. iya, tapi yakinlah sebentar lagi akan ramai. Dan bila kita tidak pintar menjaganya maka tidak berapa lama lagi tempat seperti itu akan "tenggelam"

    ReplyDelete
  3. Air lautnya begitu menggoda ya, tempatnya masih sepi pula. Masih bermimpi untuk bisa ke Maluku :(

    Salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
  4. Menggoda banget mba, takjub ampe sana dan orang yang disana juga baik. Maluku emang tiketnya mahal sih,paling murah sktr 2.5 juta. Nabung mba biar bisa kesana. Salam kenal juga.

    ReplyDelete
  5. halo natalie,
    saya titik plan ke ambon juga. boleh minta info contact person utk sewa mobil di ambon?
    terima kasih :)

    ReplyDelete
  6. Di tunggu balikny li k ambon.
    Masih banyak tempat indah d Ambon loh.

    ReplyDelete
  7. Di tunggu kedatangannya lagi d Ambon yah mba'. Masih banyak tempat indah yang wajib d kunjungi loh

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Untuk di ambon kemarin kita pakai Heri : 081247331317

    ReplyDelete
  10. Pengen balik lagi si Mba Phia, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat sih

    ReplyDelete
  11. pengen ditemenin ah kalau kesini.. hihi..

    ReplyDelete
  12. Alam indonesia timur memang gak perlu diragukan lagi

    ReplyDelete
  13. Indonesia memang indah, dari gambarnya saya pengen kesana

    ReplyDelete