Explore South East Asia [Part 6} : Hoi Ann, the lovely ancient city

Table of Contents
Perjalanan Muine - Nha Trang - Hoi An sekitar 16 jam, perjalanan yang sangat panjang bukan? Tapi di Nha Trang bus akan berhenti sekitar 2 jam untuk menurunkan/menaikkan penumpang, jadi lumayan bisa meluruskan betis sebentar. Kami berangkat setelah makan siang, sekitar jam 2 siang untungnya perjalanan sangat mulus, jalanan yang menghubungkan kedua kota ini sangat bagus dan teraspal dengan bagus, jauh lebih bagus dari jalan di Indonesia.
Nha Trang
Sepanjang jalan saya memperhatikan banyak bukit bukit batu, yup bukan tanah tetapi batu. Begitu memasuki kota Nha Trang, saya langsung terpikir Bali, kuta tepatnya. Pantai Nha Trang tepat berada di pusat kota, banyak hotel hotel and tempat makan di sekitarnya. Tetapi pantai ini lebih asri dari kuta karena banyak pohon pohon kelapa dan juga ada taman di pantai ini. Kami tiba di Nha Trang sudah sore sehingga tidak banyak yang bisa kami lihat karena kami hanya punya waktu kurang lebih 2 jam di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Hoi An dengan bus selanjutnya. Dibandingkan dengan Nha Trang, kuta jauh lebih ramai. Sore hari ini didaerah kuta dan area sekitarnya masih terasa hidup tetapi disini sudah sepi, hanya tampak beberapa penjual kaki lima diluar kawasan pantai tetapi ruas jalan disini sangat lebar dibandingkan dengan kuta yang sekarang sudah merupakan pusat macet di Bali. pantai Nha Trang di malam hari
Tak bisa menemukan restoran terdekat untuk makan malam, yang bisa kami lakukan hanya membeli roti di groceries terdekat untuk dinner, karena perjalanan ini akan memakan waktu lebih dari 10 jam untuk mencapai Hoi An. Tepat pukul 7 malam, akhirnya bus kami berangkat dari Nha Trang menuju Hoi An.

Bus sampai di office Sinh Tourist Hoi An pukul 6 pagi tetapi saya belum melihat orang dari hotel yang seharusnya menjemput, karena kami tiba 1 jam lebih awal dari waktu yang saya informasikan ke pihak hotel. Untungnya pihak Sin Tourist berbaik hati menghubungi hotel dan menginformasikan kedatangan kam dan tak lama menunggu sebuah mobil datang menjemput kami menuju hotel. Kota ini tidak terlalu ramai seperti kota wisata lainnya, hanya sedikit orang yang berlalu lalang, entah karena emang bukan peak holiday atau memang tempat ini selalu quiet seperti ini.

Recepsionis menyambut kami dengan handuk hangat basah & secangkir teh tapi sayang kami tidak bisa early check in karena hotel full booking. Tidak ingin membuang waktu kami numpang membersihkan badan di toilet umum hotel dan segera jalan explore Hoi Ann dan keberuntungan sedang dipihak kami, ditengah beberes ada tamu yang check out, jadi kita bisa check in dan bisa explore Hoi Ann dengan badan yang segar.
street food hoi an
Shuttle bus hotel mengantarkan kami menuju old town untuk makan dan exlopre kota ini, tepat di sudut jalan menuju kota tua, kami menemukan penjual mie  yang kelihatannya enak sehingga kami inisiatif untuk mencoba dan benar banget, rasanya sangat enak walau dipinggir jalan, agak susah sih untuk melakukan porderan karena mereka tidak bisa komunikasi jadi kita main tunjuk tunjuk aja pake bahasa tangan, harga mie ini relatif murah, 20.000 dong.

Dalam perjalanan ini bahasa sering kali menjadi issue, seperti saat kami mau mengorder 1 mangkok lagi, si penjual berasumsi bahwa kami menanyakan harganya sehingga orderan kami tak kunjung datang, untunglah ada seorang pelanggan yang mengerti dan memabtu kami.  Terlepas dari hal hal sepele seperti ini, issue bahasa benar benar tidak mempengaruhi perjalanan ini.
Hoi Ann
Hoi Ann selain merupakan salah satu world heritage UNESCO juga nerupakan salah satu penghasil sutra terbaik sehingga di sepanjang jalan banyak sekali toko penjual sutra dan sepatu handmade, ada yang siap pakai atau kita bisa juga pesan sesuai dengan kita mau. Berjalan mengitari Old Town dengan cuaca 34 derajat sangatlah melelahkan sehingga kami memutuskan untuk beristirahat dan minum di central market.
Hoi Ann
Pasar ini sangat bersih, menjual banyak makanan dan minuman yang tidak kami tahu bagaimana untuk mengorder, untunglah bahasa isyarat kami berjalan dengan sangat lancar disini.
Hoi Ann
Karena tidak sabar menunggu shuttle bus dari hotel kami kembali ke hotel dengan berjalan kaki untuk beristirahat sebentar sambil menunggu cuaca agak bersahabat.

Sepanjang jalan Cua Dai banyak sekali restoran restoran kecil tetapi entah menapa restoran tersebut tampak sangat sepi, apakah karena jam makan siang sudah lewat atau memang terlalu banyak restoran yang tersedia? Menu yang ditawarkan disetiap restoran hampir sama dengan harga yang relatif tidak mahal, benar benar persaingan yang sangat ketat. Kami belum memutuskan mau makan dimana walau sudah berjalan jauh menuju arah pantai Cua Dai, jadi akhirnya kami meanjutkan saya ke pantai,  berharap akan banyak pilihan di area itu. Menurut informasi dari pihak hotel jaraknya hanya 2km,  tetapi kita sudah berjalan sangaat jauh,  tanda tanda pantai sudah dekat tidak ada,  akhirnya kami kembali ke hotel dengan naik taxi dan ternyata taxi tidak semahal yang kami bayangkan, cost cuma 53000 dong.  Setelah makan siang di dekat hotel kami kembali ke pantai (masih penasaran) dengan taxi, ternyata dari "stop point" perjalanan pertama masih lumayan jauh, kalau berjalan kaki mungkin sekitar 20 menit lagi atau bahkan lebih mungkin,  untung tadi kita memutuskan untuk balik ke hotel.

Taxi dari hotel ke Cua Dai beach cuma sekitar 55.000 dong, sharing beriga tentunya lebih baik dari berjalan. Sepertinya pihak hotel salah menginformasikan jarak hotel ke Cua Dai beach, menurut kami jarak tersebut lebih dari 2km, mungkin 4 or 5km.

Di pantai lebih banyak orang lokal yang bermain dipantai dan beberapa turis asing sedang berjemur,  kebanyakan turis yang disini adalah turis dari Eropah. Pantai Cua Dai sangat bersih dengan pantai yang cukup luas, tetapi menurut saya ombak di pantai Kuta jauh lebih asyik untuk bermain ditepi pantai.
pantai Cua Dai

Mobil untuk mengantarkan kami ke Airport Danang sudah diorder, jadi pagi ini kami hanya relaxing di hotel, yang lain lanjut tidur, saya menikmati kolam renang. Setelah sarapan kami standby di lobby menunggu mobil orderan, dalam perjalanan kami akan singgah di Marble Mountain, merupakan 5 gunung yang dinamai dengan 5 elemen yaitu kayu, air, metal/emas, api dan bumi.
Marbe Mountain
Thuy Son (air) merupakan gunung yang terbesar dan paling terkenal untuk dikunjungi yang didalamnya terdapat gua gua dengan banyak patung Budha dan juga terdapat Pagoda. Untuk naik ke atas gunung ini bisa dicapai dengan menaiki tangga sekitar 108 step atau bisa dengan lift dengan membayar biaya tambahan sekitar 20.000 dong, sementara uang masuk untuk naik ke atas Thuy Son sebesar 15.000 dong. Pemandangan dari atas puncak sangat bagus karena viewnya langsung menghadap China Beach dengan cuaca yang sangat cerah, langit dan birunya laut serta hijaunya pepohonan, benar benar mempesona.
Marbe Mountain
Kami menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam untuk mengexplore mountain ini sebelum akhirnya turun dengan lift dan meneruskan perjalanan ke Danang Airport menuju tujuan akhir kami, Hanoi.

Post a Comment