Catatan Perjalanan Thailand Utara [Part 1] : Overland Bangkok - Chiang Mai

Aku tak pernah merencanakan kapan harus kemana, tetapi semua tergantung tiket promo, yeah i am so cheap. Seperti keberangkatan kali ini, kami begadang tengah malam menunggu priority booking di Airasia untuk promo 0 rupiah dan kami berhasil mengantongi 4 tiket murah ke Bangkok. Tiket yang berhasil saya dapatkan Jakarta - Bangkok - Jakarta cuma Rp. 535.000,- dan dari Bangkok kami akan meneruskan ke kota Chiang Mai dengan naik bus malam (10 jam), dari terminal Mo Chit. Kalau tidak ada delay kami akan landing di Bangkok pukul 20.15 dan harus mengejar bis terakhir ke Chiang Mai pukul 23.30.

Sebenarnya untuk ke Chiang Mai kita bisa naik kereta juga tapi schedule terakhir sekitar jam 20.30, jadi otomatis kami tidak bisa megejar kereta ke Chiang Mai. Naik bis saja sebenarnya deg-deg an karena waktu yang mepet apalagi kami belum punya tiket karena berdasarkan info dari internet tiket malam sering habis khususnya jika libur panjang. Untunglah saya menemukan web untuk membeli tiket bis, www.thaiticketmajor.com, harganya sedikit lebih mahal dari harga resmi tetapi kita jadi tidak kwatir untuk ketinggalan bis, tiket yang akmi beli adalah First Class denganharga 563 bath, dengan posisi kursi 2-2. Untuk informasi jadwal bus bisa dilihat di www.thailandee.com
Dari airport kita naik taxi langung ke Mo Chit terminal bus, pastikan kalo taxi yang kita naiki adalah taxi argo. Hal yang pertama yang kira urus adalah tiket bis, karena tiket beli di agent banyak yang rekomen agar menghubungi si agent dulu untuk ngeprint tiket yang benar, tetapi ternyata sekarang tiket yang dicetak dari thaiticketmajor.com sudah langusng bisa digunakan di bis yang bersangkutan, tetapi sebelum naik bagusnya dikonfirmasi dengan kondektur bis. Sudah selesai dengan urusan bis, masih ada waktu tunggu sekitar 2 jam lagi, jadi kita belanja snack dan makan malam dan membeli sim local. Bis yang kita naiki bagus dan bersih, kita dibagikan alat makan plastik, coffee & tea sachet dan roti dan di pada pagi hari si kondektur bis membagikan air panas untuk seluruh penumpang untuk membuat kopi/teh dan juga roti buat sarapan, service yang bagus.
Kita sampai di terminal bus di Chiang Mai sekitar jam 9 pagi, dengan naik tuk-tuk kita menuju Samlanjed Guesthouse yang sudah dibooking sebelumnya, sempat terjadi insiden kecil saat kita tiba tapi untunglah sepanjang kita stay semuanya baik-baik saja. Karena lokasinya yang memang di dataran tinggi, udara di Chiang Mai lumayan dingin apalagi memang bulan Desember ini sudah termasuk musim hujan. Kota Tua Chiang Mai dikelilingi dengan tembok benteng dengan 5 gate (Chang Puek Gate, Suandak Gate, Suanprung Gate, Chiang Mai Gate dan Tha Phae Gate) dan disebelah luar ada kanal yang mengelilingi benteng dan kanal tersebut sangat bersih dan asri ditepi tepi kanal dibangun kursi untuk beristirahat bagi pejalan kaki.
Seperti kota lainnya di Thailand, di kota Chiang Mai ini pun banyak bangunan candi khususnya di kota tua ini, kalau punya waktu lebih mungkin bisa masuk semua tapi kami hanya ke candi candi yang menurut kami unik. Dari hotel kami berjalan santai ke candi terdekat yaitu Wat Pra Singh.
Mengikuti map di tangan kita berjalan menuju candi selanjutnya yaitu Chedi Luang, candi ini unik yang bentuknya sangat berbeda dengan candi candi yang lain. Ada beberapa candi di dalam komplek Chedi Luang ini dan didalam salah satu tempat terdapat reclining Budha, ada juga candi yang didominasi dengan warna hitam.
Dari candi ini kami menuju Candi Wat Pan Tao tetapi sebelum sampai kami sempat berphoto di salah satu candi yang kami lewati (lupa namanya)
Candi Wat Pan Tao ini juga merupakan salah satu candi yang unik, warnanya didominasi warna hitam terbuat dari papan, disamping candi ada kolam yang dihiasi dengan bendera bendera kuning (saya tidak tahu artinya) dan juga ada deretan lonceng di sekitar kolam.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser