Pantai Papuma yang eksotik (Part 4: Overland Jawa Timur)

Untuk menghindari pembatalan atas cottage yang telah saya booking, saya menginformasikan kepada pengelola bahwa saya akan tiba tengah malam. Dan benar saja kami baru sampai di Kawasan Papuma sekitar jam setengah sebelas malam, walaupun kita sudah membooking kamar disini kita diwajibkan untuk membayar uang masuk kawasan Papuma.

Cottage 2 kamar yang kami sewa tidak terlalu besar tetapi lumayan bersih, tetapi ternyata AC di salah satu kamar tidak berfungsi padahal udara agak panas. Dengan sopan kami menginformasikan hal ini kepada karyawan yang sedang piket dan ternyata mereka aware dengan hal ini, menjengkelkan karena mereka tidak pernah menginformasikan ke saya bahkan pada sore tadi saat saya menginformas. Badan lelah, mata sudah mengantuk menyulut emosi dengan cepat apalagi saat saya menanyakan solusinya apa, seorang karyawan menjawab "tidak tahu". Sebagai karyawan yang bergerak di bedang hospitality tidak seharusnya mereka tidak menjawab tidak tahu, jika memang mereka bukan orang yang berwenang untuk memberi jawaban, setidaknya memberikan ide untuk menunggu besok pagi saat person in charge sudah bekerja. Setelah saya mengomel panjang lebar dan meminta berbicara dengan orang yang tepat, baru seorang karyawan muncul dan meminta maaf dan diberikan kompensasi extra bed agar kami bisa pindah ke kamar yang AC nya bekerja, akhirnya 5 orang mengisi kamar yang tidak terlalu besar.

Kawasan Papuma ini merupakan kawasan pantai dan hutan yang luasnya kurang lebih 50 ha yang dikelola oleh Perhutani Jawa Timur, Papuma ini singkatan dari Pasir Putih Malikan. Pihak Perhutani Papuma menyediakan penginapan/cottage dengan tarif Rp. 150.000 - Rp. 500.000 tergantung fasilitas dan besarnya kamar. Selain itu mereka juga menyediakan area berkemping yang biasanya dibelakang wisma, tetapi bisa juga di tepi pantai dengan syarat tertentu. Terdapat juga warung warung menjual makanan dan minuman di sepanjang pantai yang harganya tidak terlalu mahal.

Di pagi hari kita masih bisa mendengar suara kicauan burung dan juga suara ombak dari kejauhan. Cottage-cottage yang disewakan ini berada dalam kawasan hutan Perhutani, sehingga udaranya masih sangat segar. Tidak jauh dari bungalow, kita bisa menikmati pemandangan hamparan pasir putih yang luas dan kapal kapal nelayan yang sedang bersandar yang memanjakan mata.

Sarapan Indomie kuah  yang pedas plus kopi panas di tepi pantai adalah kenikmatatn yang tidak akan kita dapatkan di Jakarta. Sesekali para nelayan lewat membawa tangkapan ikan mereka tadi malam di laut dan warung warung disini menjual ikan fresh yang langsung ditangkap dari laut, menggoda untuk dicicipi.

Di pantai ini juga terdapat banyak batu karang, terdapat tujuh karang besar yang ada di pantai yaitu pulau Narada, pulau nusa Barong pulau Batara Guru, pulau Kresna, pulau kajang dan pulau Kodok. Untuk melihat gugusan batu batu karang tersebut kita bisa naik ke bukit Sitinggil yaitu berupa menara pandang di atas bukit di ujung barat Tanjung Papuma.

Dari Sitinggil ini keindahan panorama Pantai Papuma sangat menakjubkan. Di sebelah kanan pantai dipagar dengan gugusan bukit bukit yang berbaris rapi sedangkan di depan mata, gugusan batu batu besar menjulang diatas laut. Bahkan sebuah batu karang yang besar menciptakan sebuah batasan antara ombak di sisi kiri dan kanannya sehingga seolah olah terjadi pertemuan antara ombak di sisi kiri dan sisi kanan batu tersebut, benar benar mengagumkan.


Tidak kepantai namanya kalau tidak main air. Ombak di Pantai Papuma ini memang cukup kencang jadi bagi yang ingin bermain air disini harus hati hati ya. Air lautnya sangat bening dan terasa begitu dingin walaupun cahaya matahari sangat terik. Kami bermain air dibalik batu batu yang ada ditepi pantai karena batu batu ini membantu memecah ombak yang sangat kencang saat ombak tersebut sampai dikita, terpaannya sudah tidak terasa begitu keras.

Puas bermain air di pantai kami makan siang ikan bakar di pinggir pantai, untuk kategori tempat wisata dan ikan laut yang segar segar harga yang ditawarkan termasuk murah. Pokoknya wajib makan ikan kalau kemari. Tidak jauh dari pantai Papuma ini ada pantai Watu Ulo yang berpasir hitam, lokasi sangat dekat dengan gerbang kawasan Papuma tapi tetap harus keluar dari kawasan. Triknya agar tidak bayar lagi waktu masuk Papuma adalah bawa tiket yang kita bayar kemarin dan bilang saja bahwa kita tamu di Papuma.

Yang menjadi khas pantai ini adalah batu karang yang bentuknya mirip ular yang menjorok ke laut, menurut masyarakat batu karang tersebut adalah jelmaan ular yang ukurannya begitu besar. Ada yang bilang, batu itu ular raksasa yang tertidur dan suatu hari akan bangun lagi dan berubah menjadi manusia sakti. Ada juga yang bilang, formasi bebatuan tersebut adalah naga yang bertapa ratusan tahun lamanya, kepalanya ada di Jawa Tengah dan ekornya di Banyuwangi. Entahlah yang mana yang benar, biarlah legenda tetap jadi legenda.



Hari sudah mulai gelap saat kami bergerak melanjutnya adventure kami selanjutnya yaitu ke Bromo.









Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser