620 Anak tangga menuju Galunggung

Tak ada penumpang lain selain kami bertiga sehingga di terminal Singaparna si supir angkot yang masih sangat muda dan temannya menawarkan untuk mengantarkan kami langsung ke Gunung Galunggung. Setelah nego habis-habisan akhirnya kata sepakat keluar, dengan menambah Rp. 100.000,- kami akan diantarkan sampai dengan pelataran parkir gunung Galunggung. Setelah resmi angkot menjadi "milik kami" pribadi, mulailah penumpangnya menjajah kursi kursi yang kosong.


Setengah jam berikutnya kami berhenti di warung pinggir jalan, si supir dan temannya turun duduk santai merokok sambil makan gorengan. Kami berasumsi bahwa mereka kelelahan dan ingin merokok sebentar tetapi menit menit berlalu, sudah hampir 10 menit dan sepertinya mereka tidak ada keinginan untuk melanjutkan perjalanan kembali sementara kami rasanya terpanggang di dalam angkot ini dan kami pun akhirnya turun.

"Mas, kenapa kita berhenti lama disini"
"Sudah sampai mba" Aku tiba tiba bengong, sudah sampai tetapi dia diam saja dari tadi tanpa mengatakan sepatah katapun dan membiarkan kami terpanggang dalam suhu yang tinggi di dalam angkotnya? Aku mencoba menahan emosi yang naik sampai ubun ubun.
"Ini belum sampai mas, perjanjian kan sampai parkir kalau dari sini kami harus nyambung ojek lagi, kan dealnya bukan begitu
"Saya kan tadi nggak bilang iya"  emosi yang sudah coba ditahan pun meledak karena jelas jelas tadi mereka bilang iya.
"Tadi kita sudah deal mas, kalaupun bukan mas yang bilang temannya tadi sudah okay dan kalau memang tidak mau seharusnya dari awal bilang tidak mau kenapa malah naik kalau tidak setuju. Mas kira bisa ngebohongin kita? Mas kira saya baru kali ini naik angkot? bla.....bla....bla..." Entah apa saja yang aku "muntahkan" (tapi ga ada umpatan kok) dan sepertinya ibu pemilik warung dan beberapa orang yang nongkrong pun memihak kami dan dengan berat hari mereka mengantarkan kami ke parkiran Galunggung seperti yang telah disetujui sebelumnya.


Untuk mencapai puncak Galunggung bisa dicapai dengan dua cara yaitu melalui jalan mendaki biasa (katanya lebih datar) atau naik 620 anak tangga, kami memilih dengan anak tangga biar sensasi gunung Galunggungnya lebih terasa.


Dari anak-anak tangga ini kita menikmati gugusan bukit bukit hijau yang menyegarkan mata sementara di puncak dari gunung galunggung kita bisa menikata gugusan bukit teresbut ditabah dengan kawah gunung malunggung dengan air  belerang yang berwarna hijau dan anehnya tidak berbau belerang.



Waktu yang paling baik untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat sunrise sehingga banyak orang yang kemping disini, saya melihat ada spanduk penyewaan tenda disini tetapi saya tidak tahu sumber air bisa didapatkan dimana, tetapi tenang saja banyak penjual minuman yang berada di atas gunung ini yang menjual minuman mereka dengan relatif harga yang murah, paling cuma beda Rp. 1000 bahkan sama.


Menurut informasi di daerah ini ada juga air terjun tapi tukang ojek yang kami sewa dari parkiran galunggung tidak tahu malah membawa kami ke aliran air "Terowongan Kawah Gunung Galunggung" yang... okaylah memang berupa "air terjun", turun dari dataran yang lebih tinggi ke dataran yang lebih rendah.

Untuk meringankan sedikit rasa lelah setelah perjalanan panjang tiada henti, bolehlah kita berendam di pemandian air panas yang masih berada di lokasi gunung galunggung ini, tetapi tetap aja harus naik ojeg karena lumayan jauh. Tiket masuk mulai dari gratis (sudah termasuk tiket masuk ke galunggung) yang dikelola oleh Pemda setempat, ada juga yang dikelola oleh pihak swasta dengan tarif Rp. 6000 - Rp. 15.000 (ada harga ada rupa).




Tips :
  1. Dari Jakarta (Cililitan ,Kamp. Rambutan) naik bis menuju terminal Indihiang, Tasikmalaya
  2. Dari terminal Indihiang naik angkot dengan tujuan Galunggung berwarna hijau, ongkos Rp. 7.000 atau bias sewa angkot dengan harga sekitar Rp. 150.000 (dinego agar diantar sampai dengan anak tangga Galunggung)
  3. Dari kampung naga naik angkot yang menuju terminal Singaparna, ongkos Rp. 4000
  4. Dari terminal Singaparna naik angkot jurusan Galunggung (15.000), minta diturunkan di Gunung Galunggung
  5. Dari gerbang ini kita bisa berjalan sekitar 4km (nanjak) atau naik ojek dengan membayar 15.000
  6. Uang masuk untuk ke Galunggung Rp 4.000/orang.
  7. Dari pemandian air panas ke jalan raya (tempat menunggu angkot), bisa naik ojeg Rp. 15.000 atau bisa langung ke Tasik dengan biaya Rp. 50.000/orang
  8. Lokasi hotel banyak di jalan RE Martadinata, mulai dari yang murah sampai dengan yang mahal.
  9. Tempat makan dan nongkrong banyak di jalan Tentara Pelajar, salah satu warung nongkrong yang cukup terkenal adalah Warung Upnormal. Di jalan ini juga ada warung tenda menjual ayam bakar yang enak (maaf namanya lupa).


    Reaksi:
    Share this with short URL:

    You Might Also Like:

    Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
    Show Parser Hide Parser