Menginap di dormitory sama si mamak

Salah satu keinginanku adalah mengajak si mamak jalan jalan ke luar negeri, tidak jauh sih, Singapore saja dulu.Proses imigrasi lancar walau si mamak masih menggunakan paspor yang mulus aka belum pernah dipakai, yeah mungkin karena pergi sama anaknya yang caem ini kali ya. Malam pertama kami menginap di apartment di Lucky Plaza di daerah Orchard.

Makan siang di seputaran Lucky Plasa sambil ketemu ama teman lama, si mamak diajak makan Popiah, salah satu makanan yang layak kamu coba di Singapore, bukan karena sangat enak ya, tetapi karena unik aja. Dengan tatapan aneh ia mencoba memasukkan 1 potong ke mulut, masih dengan mimik muka yang susah untuk dituliskan (ngertilah ya maksudku), mengunyah dan menggeleng. Aah tak cocok rupanya di mulutmu ya mak.


Rencananya saya mau mengajak ke universal (bukan...bukan buat main) cuma ampe diluar aja, melihat lihat dan yang pasti foto foto-lah, tetapi begitu selesai window shopping di vivo city si mamak udah kelelahan dan mau beristirahat.
"Mak, mau nyebrang kesana?" sambil nunjuk arah sentosa
"Emang ada apa"
"Ya tempat main gitu, mirip-mirip dufan lah. Nanti kita ga usah main, jalan jalan sambil foto foto saja", ya namanya juga jalan jalan kan ya
"Emang mau beli gantungan kuncinya disitu?" yaelah mak, baru juga nyampe udah mikirin oleh oleh.
"Ya ga lah mak, itu mah besok aja di bugis atau mustofa"
"Ya udah, kita pulang aja kalo gitu"
Jadi kami pun pulang ke apartment, beristirahat dan sorenya baru jalan kembali ke daerah China Town sambil makan malam.
Saya memang pencinta hal baru dan saya juga ingin si mamak tidak hanya tahu mengenai apartment dan hostel saja maka saya menawarkan si mamak untuk menginap di dormitory di malam kedua. Menjelaskan dormitory itu seperti apa konsepnya dan  si mamak pun setuju, pilihan dormitory saya jatuh pada Bunc Hostel di Bugis.
Hari kedua mulailah kami mengunjungi tempat-tempat wisata yang wajib dikunjungi di Singapore, mulai dari Esplanate, Merlion, Clark quay dan tempat wisata lainnya. Karena si mamak sudah tak sabaran untuk belanja kami pun menuju spot shopping pertama yaitu mustafa. Ia begitu terpana melihat gerombolan orang orang berkulit hitam dari India di sekitar mustafa, dia merasa seperti di india katanya. Tak puas di mustafa kami masuk kembali ke deretan toko di depan mustafa, sibuklah ia memborong gantungan gunci dan tempelan kulkas buat tetangga dan teman teman katanya.  Selesai dengan gantungan kunci, waktunya berbelanja baju baju di daerah bugis. Kalau sudah belanja begini kakinya sudah tidak sakit lagi, sibuk memilih milih baju, keluar masuk toko mencari barang diskon.
Matahari sudah mulai tenggelam saat kami sampai di hostel, kamar masih sepi, sepertinya baru kami yang sudah sampai. Setelah beberapa jam kemudian baru dua lelaki india masuk ke dalam kamar dan berbaring santai di kasur sebelah kanan kami. Saat mereka masuk si mamak tidak melepaskan pandangan dari mereka. Tidak lama kemudian dua wanita bule penghuni kasur disebrang kiri kami juga tak luput juga dari pandangan si mamak, pandangan berupa takjub dan aneh mungkin. Dan dia paling shock saat seorang pria bule berusia masuk ditemani dengan seorang wanita asia muda. Kali ini bukan hanya kepalanya saja yang berputar 180 derajat dari ujung pintu masuk sampai dengan ujung kiri kami, tetapi badannya juga. Terlebih lagi saat si bule dengan cueknya membuka t'shirtnya hingga bertelanjang dada dan menanggalkan celana panjangnya sehingga ia hanya mengenakan short pants dan dengan balutan handuk di pinggangnya ia keluar kamar menuju toilet.  Terpaksalah mamak aku tegur karena kesannya tidak sopan apalagi kalau si bule notice kan malu dan nggak enak. Banyak sekali lah comment dan pertanyaanya "Eh itu orang India ya? Kok ngga hitam banget kaya yang tadi? (yang dekat mustafa maksudnya)" "Itu siapa bule itu? Kok masih muda banget? Kok mereka tidur bareng?' (iya, bed kami memang double bed) "Eh itu bule kok buka baju disitu, ngga malu dia" Dengan sabar aku menjelaskan satu satu.
Hari ini hari terakhir di Singapore, masih ada beberapa jam buat jalan jalan, muter muter daerah Lucky Plaza dan Orchard, sebelum pulang si mamak masih sempat minta diphotoin sama roommate kita.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser