Pesona Hatupia Pulau Ora Maluku

Setelah mengganti kapal ke yang lebih kecil, kami pun melanjutkan perjalanan ke spot selanjutnya yaitu Tebing Batu Sawai (Hatupia). Tebing ini merupakan tebing batu dengan dinding vertikal 90 derajat, katanya disini bisa buat snorkel tapi saya kurang tahu dimana tepatnya spotnya. Menurut informasi,  kebanyakan orang yang datang kesini hanya untuk berfoto-foto.

Lautnya sangat dangkal, airnya sangat bening yang berwarna hijau muda, seolah olah menjadi cermin ke dasar laut. Gazebo yang dibangun oleh pihak ORA semakin membuat spot ini menarik untuk diabadikan dalam kanvas kamera.

Di lokasi ini juga ada goa kelelewar yang bisa dijelajahi jika air sedang surut, tapi sore ini air sudah mulai pasang sedalam leher jadi tidak mungkin untuk maju lebih dalam ke gua. Hatupia dipercaya bawha dulunya disini pernah hidup burung simang-simang pemakan pelepah sagu dan bisa mengeluarkan sagu untuk masyarakat.

Tidak jauh dari lokasi Hatupia adalah Hatugurita, tebing ini dipercaya sebagai tempat tinggal gurita raksasa yang hanya bisa dilihat orang yang berkemampuan khusus. Tebing ini unik karena ada bagian dinding tebing yang tidak sampai dasar, sehingga kita bisa masuk ke bagian dalam tebing yang didalamnya menyerupai gua (atau benaran gua?). Jadi seperti private "kolam renang" dibawah tebing batu tapi untuk bisa masuk ke dalam tebing tersebut kita harus menyelam sedikit, ga susah kok bahkan teman saya saja yang tidak bisa berenang nekat untuk masuk, tentunya dibantu oleh Pak Fahrul dan lifevest.

Sebelum kami kembali ke bungalow aku dan Rinda menyempatkan untuk snorkling tidak jauh dari bungalow, karang-nya cukup bagus dengan ukuran jumbo sayang underwater kamera kami sudah kehabisan battery

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser