Skip to main content
natalenaputri

follow us

Explore Eropah [Part 6] : Jalan Kaki Keliling Roma

explore eropah, catatan perjalanan ke eropah, perjalanan ke roma, tempat wisata di roma

Budget airlines Ryan air akan membawa kami terbang dari Madrid ke Roma, tiket yang ditawarkan memang sangat murah khususnya bila kita beli jauh-jauh hari tetapi "kondisinya" agak mengecewakan. Sebelum masuk ruang tunggu, tas kita harus diukur dengan cabin measurement dan bila tidak bisa "fit in" tas kita tidak diijinkan masuk cabin. Dan inilah yang terjadi pada saya. backpack saya diminta untuk masuk  bagasi, padahal saya tidak membeli bagasi. Sebenarnya isinya tidak banyak dan tidak begitu besar tetapi susunannya tidak rapi sehinggga tidak ramping dan tidak masuk ke alat ukurnya. Saya menolak dan "merapikan" isi tas agar bisa masuk dalam alat ukur tersebut dan akhirnya lolos. Ruang tunggunya kecil, tas tanganpun harus dimasukkan kedalam backpack, kursi penumpang seperti kursi ruang tunggu rumah sakit dan space leg-nya sempit. Budget airlines di negara kita jauh lebih bagus

Kami tiba di Ciampino Airport Roma setengah jam lebih cepat, sehingga harus menunggu teman yang menjemput. Hari  pertama di Roma kami akan ditemani seorang teman lokal dan mengantarkan kami explore kota ini. Sebelum ke hostel untuk drop barang, kami singgah di sebuah cafe & bakery untuk mengisi perut dan hal lucu terjadi disini, ceritanya disini nih.

Hostel kami di Roma sangat bagus, merupakan apartment yang difungsikan sebagai hostel. Lift apartment ini merupakan lift private jadi pemilik apartment harus menjemput kami ke lantai 1 karena lift yang digunakan harus memakai access card dan disini ada cerita yang memalukan. Apartemennya sangat cozy, kamar kami sangat luas, seperti kamar deluxe di hotel. Kata pemiliknya sih diupgrade karena kamar yang seharusnya kami book penuh.
Ditemani dengan teman lokal kami menuju Colosseum, tetapi menemukan tempat parkir sangat sulit, kami harus berputar putar entah untuk keberapa kalinya sampai akhirnya berhasil menemukan tempat parkir. Diluar Collosseum banyak orang-orang yang berpakaian gladiator, kita bisa berfoto dengan mereka tetapi dengan bayaran yang cukup tinggi.

Kami melanjutkan perjalanan ke Roman Forum tepat disebelah Colloseum yang juga tinggal reruntuhan dan disitu juga terdapat makan Julius Caesar. Sepanjang perjalanan teman saya bercerita mengenai sejarah Roma dan juga sejarah tempat tempat yang kami kunjungi. Perjalanan dilanjutkan kembali dan kali ini kami menaiki sebuah tanjakan ke belakang Roman Forum, dari atas sini pemandangan ke Roman Forum dan Colloseum kelihatan sangat jelas. Karena takut akan sulit menemukan parkir lagi, kami naik metro ke Piazza Spagna, Spanish Step yaitu tempat dimana Fashion Show sering dilakukan.
Dari Spanish Step kami berjalan melalui jalan yang terkenal di Roma, yaitu Via Condotti tempat hampir semua merek terkenal Italy membuka toko.
Kami juga melewati Campo de’ Fiori, banyak tenda tenda penjual buah-buahan dan souvenir disini, menyusuri jalan yang sempit kami sampai di kuil Pantheon, dari luar bentuknya sih biasa saja, tetapi didalam bentuknya seperti kubah.
Pantheon dulunya adalah kuil pemujaan dewa, masih terlihat patung patung dan lukisan yang cukup kental disini. Tetapi fungsi tersebut sekarang berubah jadi Gereja, disini juga tersimpan makam pelukis Raphael dan Vittori Emanuele. Di depan Pantheon terdapat banyak restoran, penjual coffee dan gelato. Mampir sebentar di gelato untuk membeli ice cream dan menikmati ice cream disuhu masih dibawah 10”.
Dari sini kami terus berjalan ke arah Piazza Del Papolo menuju Gereja Santa Mario Del Popolo, karena teman saya ingin menunjukkan lukisan favoritnya karya Caravaggio dan setelah menemani dia menikmati lukisan favoritnya tersebut kami berjalan ke Trevi Fountain. Ada mitos disini, bahwa kalau kita melempar koin ke kolam air mancur ini dengan posisi membelakangi air mancur dan membuat wish, maka suatu saat nanti kita akan kembali ke Roma.
Hari sudah mulai gelap dan angin mulai bertiup dingin sehingga kami kembali ke hostel untuk mengambil winter coat sambil menunggu teman yang lain untuk join dinner dengan kita. Sesuai dengan request, kami dibawa ke restoran yang katanya cukup terkenal menjual makanan Italia dan memang restoran tersebut sudah penuh, untungnya meja kami sudah direserve sehingga kami tidak perlu menunggu lama. Di restoran ini, pemiliknya sangat ramah, berinteraksi dengan semua pelanggannya dan ternyata teman saya ini merupakan pelanggan di restaurant ini. Di sini aku juga punya cerita yang agak sedikit membuat malu.
Setelah dinner mereka mengajak kami ke sebuah bukit, untuk melihat kota Roma dimalam hari dan menurut mereka biasanya banyak kawula mula yang pacaran disini.  Untuk sampai kesana kami melewati Vatikan sehingga kami sempat untuk mengambil photo disini.
Karena malam sudah larut dan udara dingin yang mengigit, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Thanks friend, today you are such a good guide for us

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar