Travelling Murah ke Aceh: Transit ke Kuala Lumpur

Tiket pesawat Jakarta - Banda Aceh tidaklah murah, sekali jalan bisa habis Rp. 900.000 - Rp. 1.000.000. Lalu bagaimana mendapatkan tiket pesawat murah ke Aceh?  Terbanglah ke Kuala Lumpur dulu dan beli tiket terpisah Kuala Lumpur ke Banda Aceh. Harganya jauh lebih murah, plus kita bisa jalan jalan di Kuala Lumpur. Apalagi kalau Air Asia sedang promo, siap siap begadang saja. Untuk trip kali ini saya berhasil mendapatkan tiket Jakarta-Kuala Lumpur PP, Kuala Lumpur - Aceh PP dengan harga tidak lebih dari Rp, 700.000/orang.

Tujuan utama adalah Pulau Weh yang terletak di ujung Barat Indonesia dan konsekuensi dari tiket murah, kami harus terbang  ke Kuala Lumpur, menginap 1 malam baru keesokan harinya terbang ke Banda Aceh. Kebetulan seorang teman belum pernah jalan jalan ke luar negeri, jadi transit di Kuala Lumpur ini bagaikan bonus buat dia.

Banda Aceh adalah satu kota di Indonesia yang terkena musibah Tsunami tahun 2004 lalu tetapi keindahan pulau ini tetap menjadi buah bibir para pecinta travelling, keindahan alam bawah lautnya dan juga airnya yang sebening Kristal.

Dari bandara ke pusat kota kita bisa naik KLIA Express (RM 35) atau KLIA transit (lebih murah), pilih sesuai budget dan kenyamanan masing masing. Kami memilih KLIA express karena lebih gampang untuk transit ke Pasar Seni, lokasi hostel kami berada. Khusus untuk KLIA express pembelian tiket dilakukan di customer service. Perjalanan ke KL Sentral sekitar 30 menit, dari KL Sentral ini kita akan transit ke moda transportasi yang berbeda yaitu LRT, pembelian ticket dilakukan di vending machine, tiketnya unik berupa koin/tutup botol.


Jam makan siang sudah lama berlalu saat kami keluar dari Pasar Seni Station, untungnya di pinggiran jalan banyak yang jual  tusukan seafood, lumayanlah penganjal perut. Dari Pasar Seni cukup berjalan sekitar 10 menit ke hostel kami, The Explorer.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore saat kami sampai di China Town, tidak banyak yang berubah di daerah ini, masih sama dengan kunjungan saya beberapa tahun lalu. Barang yang dijual beragam mulai dari baju kaos, tas, dompet yang kebanyakan barang replika dari barang barang branded. Pengunjung masih sangat ramai dan para pedagang berlomba menawarkan produk mereka, jika niat belanja jangan lupa tawar lumayan rendah. Setelah mengisi perut yang sedari tadi keroncongan di China Town, kami melanjutkan explore tempat wisata di Kuala Lumpur.


Tidak lengkap rasanya ke Kuala Lumpur kalau tidak ke Twin Tower, malam hari menurut saya adalah yang paling bagus untuk kemari karena cahaya lampu akan membuat twin tower lebih bagus untuk diphoto walaupun agak sulit untuk photographer amatir seperti saya. Hari sudah beranjak malam saat kami kembali ke hostel, mengunjungi Kuala Lumpur Tower pun harus dibatalkan.


Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser