Summit Attack Mahameru (Part 3: Catatan Perjalanan Gunung Semeru)

Jam 22.30 kami bangun untuk persiapan summit attack dan tepat jam 23.00 kami berlima ditemani seorang porter berangkat untuk summit attack bersama dengan pendaki lain, yeah akhirnya aku memutuskan untuk ikut ke puncak (baca juga : pendakian semeru). Jalur pendakian sangat ekstrim, kiri kanan ada jurang sehingga kita harus sangat extra hati hati dan sepanjang jalan juga ada akar akar pohon yang mesti dihindari sehingga mata benar benar harus awas. Perjalanan kurang lebih 1 jam menuju Arcopodo (sepertinya kami on track), baru kemudian dilanjutkan dengan medan yang lebih berat, menyusuri sisi gunung Semeru dengan kemiringan sekitar 75° dengan medan berpasir kasar dan berbatu batu, menggunakan sepatu trekking/sepatu gunung sangat disarankan disini.

Awalnya sempat kuatir tidak akan mampu melalui track ini karena banyak pendaki yang lain (bahkan cowok) tidak bisa sampai puncak dan pada saat membaca blog pendaki lain tentang semeru yang menuliskan betapa sulitnya track ini, pijakan pasir yang tidak padat akan “longsor” waktu kaki menapak sehingga sempat membaca istilah “naik satu turun tiga” tetapi jujur setelah mengalami sendiri, tidak benar benar seperti yang mereka lukiskan di blog. Memang benar pada saat kaki menapak ke atas, pijakan akan turun sedikit ke bawah karena pondasi yang tidak padat, trik yang saya baca baca di blog adalah ikuti pijakan kaki yang ada di depan kita dan really itu sangat berguna. Tidak perlu bergerak terlalu cepat tetapi yang penting konsisten, tarik napas yang teratur karena semakin kita ke atas semakin tipis oksigen yang dapat kita hirup dan semakin dingin udara yang menusuk kulit kita, tidak disarankan untuk beristirahat terlalu lama.

Saya, Indra, Rona dan porter berada di depan sementara Harry dan Fauzan masih jauh di belakang, Fauzan agak struggle bahkan hampir menyerah tetapi karena Semeru merupakan salah satu mimpinya maka Harry tetap memberikan semangat. Awalnya Rona melalui medan berpasir tanpa kendala tapi entah mengapa di sepertiga perjalanan Rona seperti kehilangan tenaga. Saat saat berusaha untuk menariknya, badannya begitu berat (padahal dia kurus) saya menyerah dan membiarkan bapak guide menarriknya perlahan, tetapi tetap saja mereka hanya bergerak selangkah selangkah bahkan pendaki lain sampai meminjami tali untuk menarik Rona tetapi tetap saja saya melihat Rona struggle untuk naik.

Jadi saat hujan gerimis tiba tiba turun, si bapak guide mengajak untuk turun. Saya yang awalnya ragu tetap naik setelah rekan pendaki yang lain bilang bahwa hujan germis ini cuma bawaan angin dan benar saja tak beberapa lama kemudian hujan berhenti.Sepertinya Indra sudah jauh di depan, sementara Harry dan Fauzan juga belum kelihatan batang hidungnya jadilah aku melangkah pelan sendiri tetapi banyak pendaki lain sih yang jadi tidak ada rasa takut sama sekali.

Kami berempat menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam diatas untuk menikmati pemandangan, tapi sayangnya cuaca tidak begitu cerah. Tidak begitu banyak pendaki yang berada di puncak, mungkin kemarin adalah puncak keramaian disini. Jalur turun jauuuh lebih mudah karena saat menapak di pasir, pasir longsor sehingga langkah jadi lebih panjang, kami bahkan “berselancar” disini, so much fun. Medan pasir yang tadinya ditempuh dalam waktu 5 jam bisa ditempuh hanya dalam 1 jam udah plus photo-photo lagi.

Perjalanan pulang ke Kalimati ditempuh kurang lebih 1 jam lagi sehingga total perjalanan pulang sekitar 2 jam saja, dan saat perjalanan pulang ini kita baru bisa benar benar melihat jalur pendakian yang ditempuh tadi malam, sebelah kiri dan kanan jurang dan ditepi tepi jurang tersebut tumbuh banyak sekali edelweis.

Sampai di pos kalimati kami beristirahat sejenak, bersosialisasi dengan pendaki lain dan saya mendapat compliment dari pendaki lain saat summit karena bisa sampai atas dan termasuk cepat, bangga juga padahal ini pendakian pertama. Ternyata saat kami muncak ada cerita cerita creepy.


Cerita selanjutnya bisa baca di :Kalimati-Ranupani

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser